Friday, November 28, 2014

Bintaro’s Seeds Oil Instead of Kerosene

Post from another Wahyu Prizuardi Web/Blog Site: June 28 2012 (Safari Compatible)

The use of kerosene for household use in Indonesia reached 54.4% of national consumption, the rest is supplied from gas, coal, and other (http://www.pustaka-deptan.go.id/publikasi/wr304084.pdf). The population is growing more and catapulted the consumption of kerosene. To reduce the burden of oil subsidies, the government has done kerosene to LPG gas, which began in 2006. However, the use of LPG as a substitute for petroleum has yet to reach the whole community, especially the area is remote infrastructure.
Reduction of oil supplies has led to scarcity of kerosene at an affordable price, which is still very much needed by the lower middle class. Although kerosene is still available in some areas, people are forced to buy at high prices. For example, the highest retail price (HET) in Pekanbaru kerosene Rp 2400 per liter, but people buy it at a price of Rp 4500 per liter. Even in some areas people buy it at a price of Rp 10 000 per liter. This has become one of the reasons people in this area tend to re-use firewood as a fuel substitute kerosene for cooking purposes.
It is of course brings harm to the continuity of forest sustainability for the return depends on the forest as a source of energy. As one attempt to address the particular problems of availability of fuel for household daily, using vegetable oil fuels that are specific to that location (BBN-oriented sites) may be one solution to address the people's dependence on kerosene and firewood .
BBN is a source of oil that can be obtained from various sources such as oil palm and coconut, as well as oils of some plants that are not included in the agricultural or horticultural commodities. One plant that has a high potential to be developed and widely grown around Sumatra is a plant bintaro (Cerbera manghas L) where the plant is producing fruit potential for oil is extracted, mainly from the seeds. Direct compression of oil seeds or crude oil after the decantation process can be used to substitute for kerosene in the stove that has been modified before.
Picture: Carbera Manghas - Bintaro
Bintaro plants grow naturally in many wetlands in Sumatra but people have not been using this plant as yet know the benefits. In particular, the proposed activity is utilizing bintaro fruit, especially the seeds to extract oil, the oil can then be used as a source of biofuel for the community. While in general, with the fruit bintaro activities to utilize local energy source for the communities located in the swamp / wetland community is expected to eventually have an additional activity for the processing of vegetable oils in order to meet its energy needs independently. It is expected to impact on local economic empowerment and increasing incomes.
As a first step of this activity, Dr. Aris Purwanto engage in activities that include technical data collection and processing oils bintaro appropriate and adapted to the conditions of facilities and infrastructure available at the location, design development and modification processing oil burner press are available on the market. [Wahyu Prizuardi/Selaras Research Institute]

Tuesday, November 25, 2014

Pengenalan: Fungsi Drainase Pada Tanah Lunak

Pada suatu daerah lahan basah atau wetland, pada umunya ditemukan karakteristik tanah lunak dengan lapisan tanah terdiri dari tanah liat lempung, berwarna coklat dan tanah sedimentasi, berwarna abu abu gelap, selain itu di beberapa daerah ditemukan lapisan gambut yang tingkat kedalaman gambutnya bervariasi.

Ketinggian muka air tanah di lahan basah atau wetland tersebut pada umumnya, muka air tanah sudah didapati pada kedalaman berkisar 0.5 meter s/d 1.5 meter dan secara geografis, di daerah sekilingnya umumnya ditemukan sungai, anak sungai dan juga berbatasan dengan laut.
 
Kekuatan daya dukung tanah yang didapat umunya hanya berkisar 0.3% - 1% atau dibawah 4%. Hal ini sangat berat bagi tanah untuk mendukung beban konstruksi diatasnya dan kedalaman tanah keraspun pada umumnya sangat dalam, lebih dari 80 meter untuk dibeberapa daerah, yang oleh karenanya dalam pembuatan fondasi, sangatlah berat jika digunakan tiang pancang yang sangat dalam. Dalam hal ini, salah satu solusi jika fondasi menggunakan tiang pancang adalah dengan bantuan atau mengandalkan friksi yang kedalamannya sangat bervariasi.
 
Untuk mendirikan suatu bangunan dengan beban beat pada tanah lunak, seperti bangunan lebih dari 2 lantai, banguntan utilitas sepert generator, main boiler dan lain sebagainya, yang harus dilakukan sebelum menerapkan metoda perbaikan atau stabilisasi tanah, terlebih dahulu dibuatkan kanal kanal yang berfungsi untuk mengeluarkan air.
 
Fungsi Drainase
Dengan adanya pemubuatan drainase, maka penurunan muka air tanah akan turun dengan drastis, dan peningkatan daya dukung juga akan meningkat dengan tajam.
Adapun fungsi dari drainase adalah:
  • Untuk mengurangi kelebihan air di suatu kawasan atau lahan.
  • Pengendalian air permukaan dengan tindakan untuk memperbaiki daerah yang tergenang/banjir.
  • Menurunkan muka air tanah sehingga daya dukung tanah meningkat.
  • Mengendalikan erosi tanah, kerusakan jalan dan bangunan yang ada
  • Mengendalikan air hujan yang berlebihan sehingga tida terjadi banjir.
  • Sarana transportasi air.
Berikut ini ilustrasi penurunan air tanah:
. 

Ilustrasi 1. Pengaruh Kanal pada penurunan muka air tanah
 
Dampak negatif dari penurunan air tanah adalah terjadinya settlement atau subsidence, terjadi penurunan elevasi tanah dan ini dapat berimplikasi pada elevasi tanah dasar terhadap elevasi bangunan yang harus dicapai.
Kecepatan Penurunan Muka Air Tanah
Kecepatan penurunan muka air tanah tergantung kepada
  • Dimensi kanal
  • Pra Pembebanan/pre loading
  • Sistem jaringan kanal
  • Derajat kemiringan atau elevasi lahan sampai titik buang
  • Luas petak drainase
  • Jenis tanah dan tingakt porositasnya
  • Tinggi pasang surut
  • Durasi pasang dan surut
  • Intesitas curah hujan
Kesimpulan
Pembangunan drainase dengan perencanaan dan implementasi yang matang dan benar akan sangat berpengaruh kepada peningkatan daya dukung tanah dan dengan adanya metoda yang tepat dalam merencanakan jaringan kanal maka akan mempercepat proses pembuangan air di area tersebut.
Harus diperhatikan pula bahwa dengan banyak nya air yang terbuang dari area tersebut maka penurunan tanah atau settlement akan terjadi dengan perbedaan elevasi yang cukup besar pula.
Perlakuan terhadap lahan basah dengan membuat jaringan drainase harus dilakukan terlebih dahulu sebelum melakukan perbaikan tanah ataupun stabilisasi tanah. [Wahyu Prizuardi]

Perlunya Realisasi Dukungan dari Pemerintah Dalam Hal Konversi Energi Terbarukan

Sumber energi terbarukan memiliki berbagai opsi, antara lain adalah tenaga surya, bio-diesel, microhidro (tenaga air), pasang surut, tenaga angin dan lain sebagainya yang dimana sejak dekade terakhir ini dunia mengalami krisis energi dan menyebabkan pemanasan global.
 
Kementrian ESDM dalam peraturan pemerintah No; 10 tahun 2012 secara detail telah mengeluarkan peraturan mengenai pelaksanaan kegiatan fisik pemanfaatan energi baru dan terbarukan.
 
Untuk mendukung dan mendorong tercapainya penggunaan energi terbarukan diperlukan "angin segar" atau insentif dari pemerintah mulai dari sektor hulu hingga hilir, mulai dari proses hingga produk, dan akhirnya untuk masyarakat.

Figure 1. Fuel Cell
 
Untuk tercapainya hal tersebut diatas, diperlukan kerjasama lintas departemen dan melibatkan sektor swasta secara transparan.
 
Salah satu hal yang dapat mendorong hal tersebut adalah dengan memberikan keringanan pajak, grant - untuk penelitian, insentif untuk para produsen, hingga para pengguna energi alternatif tersebut, seperti regulasi atau aturan-aturan yang mendukung program energi terbarukan.
 
Sebagai contoh para pengguna kendaraan yang menggunakan hybrid engine, diberi insentif atau keringanan biaya pajak dan lain sebagainya. Demikian pula dengan rumah yang menggunakan energi terbarukan, misalkan kombinasi antara tenaga surya dan tenaga angin, memperoleh insentif ataupun keringanan dalam hal hal tertentu.
 
Dengan adanya partisipasi dan bentuk dukungan untuk hal tersebut diatas, maka secara otomatis akan meningkatkan "semangat" mulai dari kalangan peneliti, pebisnis hingga pengguna energi terbarukan tersebut. Wallahu a'lam bish showab. [wahyuprizuardi]

Sinopsis: John Scofield - A Moment’s Peace

Di antara segelintir gitaris jazz terkemuka, John Scofield ialah salah satu yang paling kaya pengalaman; tampil bersama Chet Baker dan Gerry Mulligan dalam Carnegie Hall Concert (Legacy Records, 1974), Charles Mingus untuk album Three or Four Shades of Blues (Atlantic Records, 1977), membantu Miles Davis sekitar tiga setengah tahun sejak 1982, menghasilkan tiga buah album, sesi rekaman dengan rekan penggitar Bill Frisell (Grace Under Pressure – Blue Note Records, 1992) serta Pat Metheny (I Can See Your House from Here – Blue Note Records, 1994), menyelami kedalaman interaksi jam band bersama Medeski Martin & Wood – berinisial MSMW yang terealisasi pada A Go Go (Verve Records, 1998), Out Louder (Indirecto Records, 2006), juga album gres In Case the World Changes Its Mind (Indirecto Records, 2011).
 
 
John Sccofiled with his axe
 
Tingkatan alat musik yang ekspresif adalah pertama drum kemudian selanjutnya alat tiup seperti saxophone dan kemudian adalah gitar, dan sampai saat ini hanya John Scofield yang mampu memainkan alat musik gitar demikian ekspresifnya. Pat Metheny dalam satu wawancara mengemukakan pendapatnya “Sco (panggilan John Scofield), hanya dia yang paling ekspresif di departemen ini”.
Rekam jejak ‘Sco’diperkaya oleh deretan album solo yang menunjukkan betapa mudahnya ia beralih jazz straight-ahead, blues, funk, fusion, soul, R&B, hingga avant-garde. Boleh jadi A Moment’s Peace merupakan album terhalus yang dibuat Sco, memainkan rangkaian ballad, baik cover maupun gubahan asli. Dengan aransemen sederhana pun rileks, Sco mempercayakan rhythm section kepada pianis-organis Larry Goldings, Scott Coley untuk kontrabas, pula drummer Brian Blade dalam garapan albumnya ini.
 
Menggunakan gitar semi hollow body, Sco tampil impresif dengan sound cemerlang dan melenakan. Awal perjumpaan adalah “Simply Put” yang membuat terenyuh, berlanjut tafsiran “I Will,” berlapis irama bossa dan makin hangat oleh permainan organ Larry yang kembali beraksi pada swing lembut “Lawns” milik Carla Bley. Redupkan lampu sambil menyiapkan mood guna terbuai oleh manisnya “I Want To Talk About You,” hingga meraih ekstase blues atas “Gee Baby Ain’t I Good To You.”
 
Terdapat bisikan-bisikan frase Jim Hall yang menghiasi nomor “Already September,” kontrabasis Scott turut berperan solo, dengan panduan ritme intuitif Brian. Ada pula rintihan khas Abbey Lincoln dalam trek berskala minor “Throw It Away.” Sehalus-halusnya detakan reggae tampak pada interpretasi “You Don’t Know What Love Is,” sedangkan pendaran nuansa bluegrass terekam di nomor “Plain Song.”
 
Penuntas A Moment’s Peace terletak pada dekonstruksi “I Loves You Porgy,” meskipun tetap terdengar tema aslinya, namun sejatinya merupakan dialog improvisasi bebas yang mengalir begitu saja tanpa pretensi, berakhir sebuah konklusi bunyi penuh kejutan.[wartajazz/red]